Perkembangan teknologi robotika humanoid terus pesat, terutama di China. Sebuah startup memperkenalkan Robot Moya, yang menyerupai manusia secara visual dan meniru gerak serta interaksi dengan akurasi mengejutkan. Penemuan ini membuka babak baru hubungan manusia dan mesin, memicu perdebatan batas antara realitas dan kecerdasan buatan.
Berikut ini INFORMASI PRODUK CHINA akan membahas inovasi terbaru dalam teknologi robotika, termasuk Robot Moya yang mampu meniru gerak dan ekspresi manusia dengan akurasi tinggi.
Moya, Robot Biomimetik Pertama di Dunia
Startup robotika asal China, DroidUp, telah meluncurkan robot humanoid terbarunya bernama Moya. Robot ini menjadi sorotan karena parasnya yang sangat mirip manusia, lengkap dengan kemampuan berkedip dan berjalan layaknya individu sungguhan. Peluncuran ini menegaskan lompatan signifikan dalam pengembangan robot biomimetik.
Robot Moya secara resmi diperkenalkan oleh DroidUp di Shanghai. Perusahaan mengklaim Moya sebagai robot cerdas biomimetik pertama di dunia, berkat kemampuannya meniru cara manusia bergerak dan berinteraksi secara fisik dengan akurasi tinggi. Ini menempatkan Moya sebagai pelopor di garis depan teknologi robotika humanoid.
Desain Moya sangat menekankan interaksi alami dan gerakan yang stabil, bukan sekadar kecepatan atau kekuatan. Pendekatan ini memungkinkan Robot Moya untuk berinteraksi lebih luwes dan realistis dengan manusia, mengurangi kesan kaku yang sering terlihat pada robot lain. Robot ini dirancang dengan pendekatan embodied artificial intelligence (AI).
Estetika Dan Kemampuan Interaksi Yang Memukau
Berdasarkan video yang diunggah oleh saluran Zoom Vantage di YouTube, Robot Moya tampil memukau dengan jumpsuit putih elegan dan rambut panjang terurai. Wajahnya dipercantik dengan sentuhan lipstik lembut serta kosmetik lainnya, menciptakan penampilan yang sangat realistis dan hampir sulit dibedakan dari manusia asli.
Video tersebut juga memperlihatkan Moya mampu menampilkan berbagai ekspresi mikro manusia. Ia bisa tersenyum, melirik, mengangguk, melakukan kontak mata, mengedipkan sebelah mata, bahkan berjalan dengan lenggok feminin. Meskipun demikian, gerakannya masih terlihat sedikit kaku pada beberapa momen.
DroidUp mengklaim bahwa Moya mampu meniru ekspresi mikro manusia dengan sangat presisi dan berjalan layaknya manusia sejati, dengan akurasi mencapai 92 persen. Kemampuan ini menjadi keunggulan utama Moya dibandingkan robot humanoid lainnya, mengingat ekspresi mikro manusia seringkali sulit direplikasi robot secara luwes, halus, dan alami.
Baca Juga: Bocoran Terbaru! Xiaomi Kembangkan Sistem Kamera Modular Canggih Untuk Smartphone
Spesifikasi Fisik Dan Inovasi Termal
Robot Moya didesain dengan tinggi 1,65 meter dan bobot sekitar 32 kilogram, proporsi yang sangat menyerupai orang dewasa pada umumnya. Robot ini dibalut material silikon khusus yang tidak hanya menambah kesan realistis, tetapi juga secara signifikan mendukung berbagai fitur unik yang dimilikinya, terutama dalam hal sensasi sentuhan dan interaksi fisik.
Salah satu inovasi paling menonjol pada Moya adalah kemampuannya untuk mempertahankan suhu tubuh antara 32-36 derajat Celsius. DroidUp menyatakan fitur ini sengaja dirancang menyerupai suhu normal manusia, khususnya saat terjadi interaksi langsung. Hal ini bertujuan untuk menciptakan pengalaman interaksi yang lebih alami dan nyaman bagi pengguna.
Detail lain terkait Moya belum diungkap secara rinci oleh DroidUp. Namun, adanya inovasi termal ini menunjukkan komitmen serius perusahaan dalam menciptakan robot yang tidak hanya mirip secara visual, tetapi juga memberikan sensasi fisik yang mendekati manusia saat berinteraksi, mengurangi kesan “dingin” robotik.
Potensi Aplikasi Dan Prediksi Harga
DroidUp optimis Robot Moya dapat diterapkan di berbagai sektor yang memerlukan interaksi intens dengan manusia. Potensi aplikasinya mencakup bidang perawatan kesehatan, pendidikan, hingga lingkungan komersial seperti resepsionis atau pemandu. Kehadiran Moya diharapkan akan membawa perubahan signifikan dalam cara kita berinteraksi dengan teknologi di masa depan.
Moya diperkirakan akan mulai dijual pada akhir tahun 2026 mendatang, dengan harga mulai dari 1,2 juta yen, atau sekitar Rp 128 juta. Harga ini menempatkan Moya dalam kategori produk teknologi canggih dengan banderol premium, meskipun masih terjangkau untuk beberapa segmen pasar yang membutuhkan inovasi semacam ini.
Meskipun demikian, pihak DroidUp belum memberikan rincian kapan robot humanoid ini akan tersedia secara komersial di pasar global. Penantian akan ketersediaan Robot Moya akan terus berlanjut, seiring dengan perkembangan lebih lanjut dari teknologi yang menjanjikan interaksi humanoid yang semakin maju dan realistis.