Robot humanoid Walker S2 dari China bukan sekadar mesin, tetapi simbol masa depan di mana kecerdasan buatan, mekanik canggih, dan otonomi bersatu. Dikembangkan oleh UBTECH Robotics, Walker S2 sudah diproduksi massal dan siap digunakan di berbagai industri, menandai ambisi China menjadi pemimpin global dalam robotika humanoid.
Berikut ini INFORMASI PRODUK CHINA akan membahas Walker S2, robot humanoid canggih China yang menandai kemajuan AI dan otomatisasi industri.
Revolusi Produksi Massal Robot Humanoid
Walker S2 resmi memasuki produksi massal dan mulai dikirim ke pelanggan industri, menjadikannya salah satu proyek robot humanoid paling ambisius di dunia. Perusahaan menargetkan ratusan unit pada tahun pertama untuk pabrik, pusat logistik, dan fasilitas produksi. Proses ini menandai transisi dari prototipe ke penggunaan nyata, menegaskan kesiapan teknologi untuk industri.
Permintaan meningkat tajam dengan nilai kontrak lebih dari 800 juta yuan (sekitar US$112 juta) pada 2025, menunjukkan kepercayaan tinggi dari sektor manufaktur. Walker S2 bukan hanya produk robot, tetapi bagian dari strategi otomatisasi jangka panjang China untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas industri.
Produksi massal ini juga menekankan integrasi teknologi, manufaktur presisi, dan pelatihan pengguna. UBTECH memastikan setiap unit Walker S2 siap beroperasi, mudah diprogram, dan dapat disesuaikan untuk berbagai kebutuhan industri. Robot ini bukan hanya mesin, tetapi sistem lengkap siap kerja yang dapat diadaptasi di banyak lini industri.
Teknologi Otonom Dan Sistem AI Canggih
Walker S2 dilengkapi sistem AI otonom Co‑Agent, memungkinkan robot memahami niat, merencanakan tugas, dan menyesuaikan gerakan secara real-time. Robot ini dapat mendeteksi kesalahan, memperbaiki arah kerja, dan menyesuaikan strategi tanpa campur tangan manusia, membuatnya sangat cocok untuk lingkungan industri yang kompleks dan berubah cepat.
Sistem penggantian baterai otomatis menjadi keunggulan lain. Dengan baterai ganda 48 volt, Walker S2 dapat berjalan dua jam atau berdiri empat jam. Saat baterai menipis, ia berjalan sendiri ke stasiun pengisian dan mengganti baterai tanpa bantuan manusia. Fitur ini memungkinkan operasi 24/7 nonstop, sangat penting untuk pabrik dan fasilitas logistik yang beroperasi sepanjang hari.
Selain itu, Walker S2 dilengkapi sensor visual stereo RGB dan lidar, memberi kemampuan persepsi lingkungan yang presisi. Robot dapat menavigasi jalur kompleks, mengenali objek, dan menyesuaikan gerakan saat menghadapi rintangan, mendekati kemampuan manusia dalam hal pengambilan keputusan berbasis visual.
Baca Juga: Canggih dan Mendunia! Inilah Kereta Cepat CRRC di Balik Teknologi China
Desain Fisik Dan Kemampuan Gerak Luar Biasa
Walker S2 memiliki tinggi 176 cm dan berat 43 kg, ideal untuk keseimbangan antara ukuran dan mobilitas. Robot ini memiliki lebih dari 50 derajat kebebasan gerak, memungkinkan gerakan fleksibel seperti berjalan, menunduk, memutar, dan memanjat tangga. Kemampuan ini membuat Walker S2 mampu bekerja di lingkungan industri yang beragam dan dinamis.
Lengan robot dapat mengangkat hingga 15 kg, memungkinkan pengambilan, pengangkutan, dan penggunaan alat industri. Gerakan lengan yang presisi juga mendukung tugas-tugas kompleks, termasuk perakitan komponen kecil, inspeksi, atau pemindahan barang dengan akurasi tinggi.
Desain ramping dan sistem keseimbangan dinamis membuat Walker S2 stabil di permukaan tidak rata dan menghadapi guncangan. Ini menegaskan bahwa humanoid tidak hanya menyerupai bentuk manusia, tetapi juga meniru kemampuan gerak manusia untuk berbagai situasi industri dan operasional.
Peran Walker S2 di Industri Dan Kehidupan Nyata
Walker S2 telah mulai diterjunkan ke proyek nyata, termasuk lini produksi otomotif, pusat logistik pintar, dan pos pemeriksaan perbatasan. Robot ini mampu mengambil alih pekerjaan berulang dan tugas berisiko tinggi, sehingga manusia dapat fokus pada pengawasan dan pengambilan keputusan.
Kemampuan kerja nonstop dan efisiensi menjadikan Walker S2 aset penting untuk perusahaan yang ingin meningkatkan produktivitas dan menekan biaya operasional. Robot humanoid ini bisa menjadi pengganti sementara untuk tenaga kerja dalam skala besar, terutama di sektor yang menghadapi kekurangan pekerja terampil.
Meski menjanjikan, teknologi ini menimbulkan perdebatan soal dampak pada tenaga kerja, etika otomatisasi, dan risiko kesalahan sistemik. Tantangan utama termasuk penyesuaian sosial, keamanan data, dan pengawasan penggunaan robot di lingkungan publik dan industri.
Dengan kemajuan ini, Walker S2 berdiri sebagai simbol transformasi industri dan teknologi China. Robot humanoid ini menunjukkan bagaimana humanoid masa depan dapat menjadi mitra manusia dalam industri, membuka jalan bagi era otomatisasi yang lebih cerdas dan produktif.