Rou Jia Mo, atau sering disebut sebagai “burger China”, adalah salah satu hidangan jalanan paling ikonik dari Provinsi Shaanxi, Tiongkok. Makanan ini telah ada selama berabad-abad dan dikenal sebagai salah satu kuliner tertua yang menyerupai roti lapis di dunia. Dengan sejarah panjang dan cita rasa yang khas, menjadi favorit penduduk lokal maupun wisatawan.
Secara tradisional, terdiri dari daging babi yang dimasak perlahan dengan rempah-rempah khas Shaanxi, diselipkan di antara potongan roti pipih yang renyah di luar namun lembut di dalam. Daging yang empuk dan kaya rasa berpadu sempurna dengan roti yang hangat, menciptakan tekstur dan aroma yang membuat siapa pun langsung tergoda.
Keunikan Rou Jia Mo tidak hanya pada rasa, tetapi juga cara penyajiannya yang sederhana. Tanpa saus tambahan atau sayuran yang berlebihan, hidangan ini mengandalkan kualitas daging dan teknik memasak tradisional yang diwariskan turun-temurun. Simak informasi terbaru tentang khuliner china Rou Jia Mo yang akan di bahas detail hanya ada di kmmta.com.
Sejarah Panjang Rou Jia Mo
Rou Jia Mo memiliki akar sejarah lebih dari 2.000 tahun. Hidangan ini awalnya dibuat sebagai makanan rakyat biasa di Shaanxi, terutama untuk pekerja yang membutuhkan santapan praktis dan bergizi. Kata “Rou” berarti daging, sementara “Jia Mo” merujuk pada roti pipih yang menjadi pembungkusnya.
Seiring waktu, menjadi simbol kuliner Tiongkok yang mudah dijumpai di pasar malam, kedai pinggir jalan, hingga restoran modern. Popularitasnya terus berkembang karena daging yang lembut dan roti yang renyah membuat siapa pun ketagihan. Bahkan beberapa wisatawan internasional menjadikannya salah satu makanan wajib dicicipi saat berkunjung ke Tiongkok.
Selain itu, variasi juga bermunculan. Ada versi daging sapi, kambing, atau ayam, serta versi pedas dengan cabai khas Shaanxi. Namun, varian tradisional dengan daging babi tetap menjadi favorit dan dianggap paling autentik, melambangkan rasa asli kuliner rakyat Tiongkok.
Cara Membuat Rou Jia Mo Yang Autentik
Membuat Rou Jia Mo yang autentik memerlukan waktu dan kesabaran. Daging babi biasanya dimasak perlahan selama beberapa jam dengan campuran bumbu seperti bawang putih, jahe, kayu manis, dan cabai. Proses ini membuat daging empuk dan meresap dengan sempurna.
Roti yang digunakan untuk membungkus daging dibuat dari tepung terigu yang difermentasi sebentar, kemudian dipanggang di atas wajan datar hingga bagian luar renyah dan bagian dalam lembut. Kombinasi antara daging yang juicy dan roti hangat inilah yang membuat hidangan ini begitu lezat dan terkenal.
Setelah matang, daging disuwir halus dan dimasukkan ke dalam roti. Beberapa penjual menambahkan irisan daun bawang atau saus pedas untuk sentuhan tambahan, namun sebagian besar tetap mempertahankan rasa klasik agar cita rasa tradisional tetap terjaga.
Baca Juga: Lezat dan Menggoda! Ini Dia Ragam Dimsum Khas China Yang Wajib Dicoba
Mengapa Rou Jia Mo Begitu Populer
Rou Jia Mo populer karena rasanya yang sederhana namun kaya. Setiap gigitan memberikan kombinasi gurih, manis, dan pedas yang seimbang, membuat lidah langsung ketagihan. Tidak heran jika hidangan ini sering disebut sebagai “burger legendaris dari China”.
Selain rasa, harga yang terjangkau dan kemudahan penyajian menjadikannya makanan favorit di kalangan pekerja, pelajar, maupun wisatawan. Hidangan ini mudah dibawa dan dimakan saat bepergian, sehingga cocok sebagai camilan cepat atau makan siang praktis.
Popularitas kini melampaui Tiongkok. Restoran di luar negeri mulai memperkenalkan versi modifikasi hidangan ini, menambahkan bahan lokal tanpa menghilangkan esensi rasa tradisional Shaanxi. Hal ini membuktikan bahwa mampu bersaing dengan kuliner internasional lainnya.
Menikmati Rou Jia Mo Tips dan Tempat Terbaik
Untuk mendapatkan pengalaman autentik, cobalah di Shaanxi, terutama kota Xi’an, tempat asal hidangan ini. Pasar malam dan kedai kecil di pusat kota menawarkan versi tradisional yang langsung dibuat di depan pembeli, sehingga aroma daging yang dimasak perlahan langsung terasa menggoda.
Tips menikmati Rou Jia Mo adalah memakannya selagi hangat agar tekstur roti tetap renyah dan daging tetap juicy. Hindari menyimpannya terlalu lama karena roti bisa menjadi keras dan kehilangan kenikmatannya. Untuk sensasi berbeda, kombinasikan dengan teh Tiongkok hangat atau minuman tradisional lokal.
Bagi penggemar kuliner, bukan sekadar makanan jalanan, tetapi juga pengalaman budaya yang bisa membawa penikmatnya menyelami sejarah dan tradisi kuliner Tiongkok. Cita rasanya yang autentik dan cara penyajiannya yang sederhana membuat hidangan ini layak dicoba sekali seumur hidup.